Jumat, 22 Maret 2013

KAMI BEDA DENGAN YANG LAIN

Hi Guys,,, Kami berani BEDA dengan SMK lain!

Sesuai dengan nama sekolahnya, KEJURUAN ,, tentunya harus trampil, pengembangan diri itulah kuncinya!

Apa yang membuat kami "BEDA" , kita lihat di bawah ini ya guys :

Pertama : Teknik Kendaraan Ringan (TKR) penambahan kompetensi membuat dan membaca Gambar Teknik secara manual dan secara Komputerisasi dengan program pendukung AUTO CAD.


Kedua : Teknik komputer Jaringan (TKJ), Penambahan kompetensi gambar tekniuk dasar dan program komputer penunjang lainnya.


Ketiga : Multimedia (MM), Desain Komunikasi Visual (DKV), Akuntansi (AK) dengan penambahan kompetensi tentang penggunaan dan pengoperasian Software-software yang relevan agar pengetahuan tentang komputer lebih luas.


Nah , itu yang di atas yang membuat kita beda dan berani guys,,

So, temen-temen yang mau gabung dan siap untuk MAJU dan BERJAYA bersama Kami, SEGERA DAFTARKAN DIRIMU HARI INI ........


Sabtu, 22 Desember 2012

Anak SMK Juga Sayang Ibu Dong.......!!!! SUMATA..OK!

Ready to Get the victory!!!SUMATA
83 tahun yang lalu, tepatnya 22 Desember 1928, ribuan lebih perempuan berkumpul di Jogjakarta. Para perempuan, mewakili 30 lebih organisasi dari berbagai daerah, merumuskan cita-cita dan kewajiban kaum perempuan dalam perjuangan anti-kolonial.

Melihat kongres perempuan itu, kita tidak bisa melihatnya terpisah dengan sejarah panjang perjuangan anti-kolonial Indonesia, khususnya sumpah pemuda.  Kongres perempuan I hanya terpisah dua bulan dari Sumpah Pemuda. Semangat Sumpah Pemuda juga sangat mewarnai semangat Kongres Perempuan. Kongres itu telah menjadi tonggak bersatunya kaum perempuan dalam perjuangan anti-kolonial dan perjuangan pembebasan perempuan.

Bung Karno, yang berusaha mengapresiasi momen kongres itu, tidak menyembunyikan harapannya agar kaum perempuan mengambil peran dalam perjuangan untuk mencapai kemerdekaan. Soekarno-mengutip pejuang wanita India, Sarojini Naidu, menyampaikan keharusan perempuan berada di gerbang maut untuk membuat bangsa.

Pada tahun 1959, Bung Karno mengeluarkan dekrit yang menjadikan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Soekarno sendiri sejak awal menyebut kongres perempuan itu sebagai “Kongres Ibu”. Tetapi, sejak orde baru hingga sekarang, sejarah kongres perempuan menghilang dari makna “Hari Ibu”.
(dikutip dari www.berdikarionline.com).

22 Desember 2012 "langkah awal berjuang"
Berangkat dari peristiwa tersebut, SMK SUMATA (Sumber Permata Bangsa) Bekasi ikut serta dalam memperingati hari ibu tersebut. Melalui bagi-bagi bunga kepada ibu-ibu di jalanan sekitar sekolah sebagai tanda terima kasih mereka kepada ibu-ibu yang telah merawat anak-anaknya hingga tumbuh dewasa diajarkan tentang kehidupan dan kebenaran.

Semangat Hari Ibu
Tujuan peringatan tersebut ialah tidak lain karena mengingat perjuangan seorang perempuan lebih jelas seorang ibu terhadap keluarganya yang siap melayani kebutuhan anggota keluarga dengan tugas sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga.

Selain refleksi perjuangan pada masa penjajahan, seorang ibu selalu menjadi bahan penindasan kaum kolonial. Maka dari itu, Harapan ke depan Siswi-siswi sekolah khususkan SMK jangan mau dijadikan budak oleh kaum-kaum kapitalis.



Dengan pendidikan yang layak dan  dibekali dengan pendidikan kejuruan diharapkan mereka (siswi-siswi) dapat membuka lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri atau untuk orang lain di negara Indonesia ini. (alx_english)